Download Khutbah Idul Fitri Terbaru 2018 1439H Unduh Gratis Word Pdf dan Lainnya

Download Khutbah Idul Fitri Terbaru Unduh Gratis Word Pdf dan Lainnya

Download Khutbah Idul Fitri Terbaru 2018 1439H Unduh Gratis Word Pdf dan Lainnya. Hari raya Idul Fithri tak lama akan menghampiri kita. Sungguh senang dan gembira dalam menyambutnya untuk kembali berbuka dan tidak berpuasa. Di sisi lain ini adalah kesedihan karena ramadhan yang kita cintai segera meninggalkan kita.

Satu bulan yang sangat spesial dalam ampunan, keberkahan, dan pahala. Aneka download khutbah idul fitri terbaru disajikan di sini sebagai salah satu pilihan dalam sesi kutbah saat rangkaian solat idul fitri datang.

Download khutbah idul fitri terbaru di sini bisa juga Anda gunakan sebagai khasanah dalam berbagai pilihan terbaik. Syiar hari raya dengan malamnya merayakan takbir, membesarkan asma Allah bahwa yang memiliki kebesaran hanyalah diri-Nya Allah swt. Semua kecil selain Allah. Walau orang kafir benci, orang musrik sinis, dan orang munafik berwajah cemberut dalam menggemanya nama-nama Allah di semua tempat.

Baca Juga:

Download Khutbah Idul Fitri Terbaru Unduh Gratis Word Pdf dan Lainnya

Berikut ini download contoh khutbah idul fitri terbaru berupa unduhan gratis format file word pdf dan lainnya. Ini merupakan persembahan dari redaksi Gingsul.com dalam menyongsong kemenangan besar setelah melewati Ramadhan.

Khutbah Idul Fitri 1439H 2018

“Like” dan “Share” Kebaikan Ramadhan*)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَإِنَّ أَفْضَلَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

أما بعد:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ
مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ ( الحشر: 18 )

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadirin sholat Idul Fitri di Desa Saradan ini…..

Marilah kita haturkan puji syukur kita dari hati yang mendalam untuk Allah SWT saja. Segala puja dan puji hanya pada Allah. Di hari nan fitri, hari kemenangan, hari yang oleh Allah dijadikan peringatan puncak puasa menjadi manusia yang bertaqwa. Hari Idul Fitri menjadikan kita berbuka kembali menikmati hari-hari seperti sediakala tentu dengan nuansa iman yang berbeda.

Hari Idul Fitri adalah hari yang menjadikan setiap orang yang berpuasa mengharapakan ampunan dan siap menjadi manusia yang lebih berguna dalam menapaki dunia ini. Menjadi penyebar kebaikan dan mengamalkan ajaran islam dengan kaffah (menyeluruh).


Sholawat yang kita sampaikan kepada baginda Nabi besar, nabi agung, Nabi Muhammad shallahu alahi wassalam, juga keluarganya, para sabahat, dan umat islam sebelum kita semoga selalu langgeng dan mewarnai kehidupan kita. Nabi yang mengajarkan kepada kita begitu tingginya ibadah puasa ramadhan yang mampu menjadikan kawah condro di muko bagi orang-orang yang beriman. Bulan ramadhan adalah bulan yang mampu memberikan sentuhan keimanan tertinggi “la’allakum tattakun”.

Dengan ini jelas manusia siap menerima dan menyebarkan kebaikan islam sebagaimana syiar-syiar agama ini telah sampai kepada kita dalam membimbing setiap orang yang beriman menjadi hamba yang siap mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Apa yang telah kita jalani selama ramadhan kali ini setidaknya mengandung intisati dan rangkuman ibadah seperti hanya berikut ini.

  1. Niat Ramadhan yang Tulus Karena Iman dan Rido Allah

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat Idul Fitri yang rahmati Allah…

Niat yang ikhlas adalah dasar setiap amal. Di situ mengandung pondasi yang kuat setiap peribadatan yang kita lakukan. Bulan ramadhan datang bukan sekedar ritual tahunan, masjid-masjid ramai, sedekah melimpah, dan bahkan solat tarawih sampai berjubel hingga ke pelataran terluar bangunan. Ini menandakan begitu banyak orang yang bersemangat  dalam menjalankan perintah Allah selama bulan ramadhan.

Hanya saja niat yang utama adalah karena Allah SWT karena iman dan mengharap  ridho pahala-Nya saja. Tidak sedikit niat ini akan mampu mengantarkan setiap hamba Allah untuk bisa bersabar dan tetap semangat dalam menapaki hingga akhir ramadhan.

Semangat ramadhan adalah motivasi terbesar keiman seorang muslim dalam menjalankan perintah Allah. Di bumi kita kegiatan selama ramadhan dapat dilaksanakan dengan tenang dan tanpa suatu halangan yang berarti. Dengan tulus ikhlas ini maka barakah Allah turun dalam memberikan kelancaran selama berada di bulan yang ramadhan yang penuh berkah.

“..innamal ‘amalu binniyat..” (HR. Bukhari, Muslim)

  1. Semarak Ramadhan yang Menggema

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat Idul Fitri yang berbahagia…

Nuansa yang dibangun saat menyemarakkan bulan suci ramadhan mulai dari membersihkan masjid, menyiapkan pakaian yang terbaik saat tarawih (baju, celana, sarung, peci, sajadah dll), hingga membuat jadwal para khotib saat kultum di bulan ramadhan adalah syiar-syiar kebaikan.

Ini semua tiada lain karena faktor keimanan kita atas datangnya tamu agung Ramadhan yang mubarak. Tidak lupa juga malamnya dihiasi dengan tadarus al quran, tafsir, hingga berdzikir yang khusuk.

Semangat beribadah dengan segala keutamaan, pahala, dan aneka macam kebaikan di bulan ramadhan adalah bukti nyata kasih sayang Allah SWT dalam memberikan kesempatan terbaik hamba-Nya untuk beristighfar, bertaubat, dan memperbaiki diri dalam pencapaian gelar terbaik manusia yaitu ketakwaan. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al Hujurat ayat 13:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Syiar Islam penuh suasana riuh dan gegap gempita dalam ramadhan bukan tanpa alasan. Umat islam memiliki penghargaan yang tinggi atas datangnya ramadhan, bulan mubarak, bulan berkah, bulan ampunan dan syahrulquran. Tak henti-hentinya kalimat tasbih, tahmid, dan takbir selalu menggema ke langit siang malam dalam mengagungkan nama-Nya. Allah swt.

Dengan target-target terbaik ibadah yang kita lakukan selama ramadhan seperti tilawah, dzikir, iktikaf, zakat, infaq, sedekah, hingga memberi makan orang saat buka puasa merupakan amalan yang sangat berkualitas dihadapan Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”(HR. Tirmidzi no. 807)

Semoga amalan tersebut mampu terejawahtahkan di luar bulan ramadhan. Dengan demikian maka keberhasilan selama di tarbiyah Allah bersama ramadhan dapat di rasakan di bulan-bulan lainnya. Menjadi tambah dekat dengan Allah, suka beramal, berjamaah sholat di masjid dan tak terlupakan tadarus al quran setiap hari.

Amalan yang terbaik adalah amalan yang tidak hanya kita sukai (like) tetapi mampu menjadi corong kebaikan (share) saudara kita dalam ketertarikan nikmatnya ibadah selala ramadhan. Orang akan tertarik dalam berlomba lomba mengejar kebaikan. Fastabiqul khoirat.

  1. Keilmuan Ramadhan Melimpah

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat Idul Fitri yang dimuliakan Allah…

Niatan yang ikhlas dalam semarak bulan ramadhan adalah kondisi yang seyogyanya selalu di jaga. Kesenangan kita atas berjalannya ramadhan selama ini tidak terlepas dari kajian-kajian keislaman seperti ceramah pendek saat tarawih, kuliah subuh pagi hari, kajian tafsir, kajian fiqih, hingga pada pembahasan kajian sosial amar ma’ruf nahi mungkar.

Keilmuan selama di bulan ramadhan ibarat seorang pedagang seperti “kulakan” atau melakukan stok barang yang dibutuhkan untuk 11 bulan lainnya. Ini ibarat baterai adalah waktu men-charge, menaikkan energy saving agar kehidupan setelah ramadhan hingga ramadhan berikutnya selalu dipenuhi dengan amalan-amalan yang terbaik dalam menjalankan syariat Allah SWT.

Ilmu-ilmu yang telah kita terima tidak hanya menjadi wawasan saja tetapi sangat banyak menjadi aplikasi yang siap dilaksanakan misalnya ilmu tajwid dalam membaca alquran, fiqih solat, zakat, tata cara dan adab bertetangga hingga urusan ekonomi dan bernegara. Ramadhan adalah penempaan seorang hamba yang dulunya jauh, yang dulunya lupa, yang dulunya terlalu disibukkan dengan dunia, ia kembali menjadi hamba pilihan Allah swt.

Al ilmu qabla amal. Ilmu adalah dasarnya amal. Tanpa ilmu setiap amal kita tidak memiliki dasar yang kuat. Dengan ilmu justru keluasan amal terbentang luas oleh setiap hamba dalam menjalankan ibadah sesuai kondisi, kemampuan, kuantitas, dan kualitasnya masing-masing.

Bekal terbaik kehidupan adalah ilmu kehidupan itu sendiri. Ilmu tentang dunia, ilmu tentang akhirat, ilmu tentang alquran, ilmu tentang menggapai kesuksesan dunia akhirat. Motivasi dalam sebuah pepatah seperti:

“Siapapun yang menanam padi maka akan tumbuh rumput dan siapapun menanam rumput makan padi tidak akan tumbuh”

Ibarat dunia akan selalu menyertai siapapun yang memiliki amal-amal akhirat. Karena dunia merupakan bagian dari amal akhirat. Ilmu dunia dan akhirat adalah syarat kesuksesan.

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

  1. Ibadah Ramadhan (Puasa, Sholat, Infaq, Sedekah, Zakat)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat Idul Fitri yang kami hormati…

Sering kita menjumpai ucapan selamat saat ramadhan dalam banner, spanduk, dan iklan tentang “Selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan”. Ini bisa dimaknai ibadah puasa yang sangat terkenal terkenal memiliki kedudukan khusus selama ramadhan yaitu sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan bila mengaku sebagai hamba yang beriman.

يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ:‏۱۸۳

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas kaum sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Amalan ibadah tidak hanya berhenti pada puasa saja yang memiliki rentang waktu siang hari tetapi juga waktu malamnya dengan namanya “qiyam”. Qiyam bisa juga dimaknai sebagai tarawih ataupun qiyamul lail (sholat malam).

Dari puasa di siang hari dan qiyam di malam hari adalah prasyarat ampunan Allah atas kesalahan, dosa, keburukan, dan berbagai perangai yang jauh dari aturan Allah.

Kalimat “man shoma” dan “man qiyama” adalah peluang terbaik dari Allah dalam perburuan menjadi hamba yang diampuni dosa-dosanya. Siang malam selama bulan ramadhan adalah amalan ibadah yang kita amalkan dalam perburuan “maghfirah” (ampunan) dari Allah swt.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غُفر له ما تقدم من ذنبه.رواه الشيخان

Artinya:

“Dari Abu Hurairah ra. berkata: Nabi saw bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun ‘alaih : Al Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760).

Walau tidak berniat riya’ (pamer ibadah) orang sering melakukan promosi kegiatan dakwah islam melalui media online (media sosial) seperti facebook, instagram, telegram, whatsapp, dan lainnya dalam mendukung syiar ibadah selama ramadhan. Sehingga dengan ini amalan yang baik akan selalu tersebarkan mendapatkan LIKE dan SHARE lebih luas. Hal ini tentu kembali kepada niat dan nilai dakwah yang diemban.

Pengertian ibadah yang luas selama ramadhan tidak hanya terbatas pada puasanya saja melainkan seluruh rangkaian ibadah selama ramadhan berjalan. Jadi ketika kita berpuasa maka pahala yang akan kita terima dilipat gandakan apa yang Allah mau.

Pun demikian amal lain sholat berjamaah, membaca alquran, sedekah, zakat selama bulan ramadhan Allah gandakan keutamaannnya. Bahkan yang namanya memberi makanan berbuka saudaranya (takjilan) di masjid misalnya maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi untuk yang bersangkutan.

Jelas ibadah selama bulan ramadhan memiliki tinggkat keutamaan yang sangat tinggi dan semoga yang telah bersungguh-sungguh maka Allah akan balas dengan balasan terbaik yaitu surga yang dinantikan.

Semoga Allah swt menerima seluruh amalan kita selama ramadhan dan Allah berikan keberkahan terhadap kita hingga ramadhan-ramadahan yang akan datang.

  1. Dunia Yang Menentramkan (Impian Kehidupan Dunia dan Harapan Akhirat)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat Idul Fitri yang diberkahi Allah…

Tujuan puasa ramadhan adalah menjadi hamba yang bertakwa. Hamba yang akan diberikan kekuatan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Sebaik-baik hamba adalah hamba yang memiliki titel terbaik yaitu takwa.

Kebaikan bulan ramadhan menjadi inspirasi bagi bulan-bulan yang lainnya yaitu semangat menjadi manusia pilihan Allah swt. Manusia yang siap menerima rahmat dari Allah. Manusia yang selalu mengagungkan nama-Nya dan manusia yang jauh dari kemaksiatan.

Jiwa manusia taqwa tiada lain tiada bukan adalah jiwa yang tenang, hati yang tentram yang selalu menerima rahmat Allah swt.

Menjadi hamba yang bertakwa bukanlah pekerjaan mudah karena ia harus melewari “rule of ramadhan” keutamaan yang diraih selama ramadhan. Ia meghindari perkataan yang sia-sia, lisannya menyebut nama Allah, hatinya berdzikir, perilakunya mengikuti Nabi Muhammad, dan keberadaannya diinginkan banyak orang serta hartanya digunakan untuk fii sabilillah (dijalan Allah).

Dengan hadirnya kondisi manusia tersebut maka bisa dikatakan ia telah merdeka. Merdeka dari budak nafsu, terbebas dari aturan yang buruk, terhindar dari perilaku tanpa arti hingga menjadikan seluruh hidupnya, gerak geriknya, jalannya, sikapnya, pikirannya, dan bahkan nafasnya mencerminkan kebaikan.

Hatinya akan dipenuhi ketentraman karena dirinya hanya bersandar pada Allah, sang pengusa jiwa manusia dan bukan bersandar pada makhluk yang rapuh dan lemah.

Ia merdeka dari segala tuntutan keburukan karena bagi ia Allah adalah sebaik-baik Dzat sebaik-baik menjadi tempat kembali. Bagi orang berpuasa ada 2 kebahagiaan yang tiada bandingnya yaitu saat di dunia ia menikmati saat berbuka puasa dan di akhirat ia bisa bertemu Allah SWT.

“Ada dua kebahagiaan orang yang berpuasa; kebahagiaan ketika berbuka puasa, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya” (HR. Bukhori dan Muslim)

Semoga kita selalu menjadi hamba yang menjaga ketakwaan sehingga amal yang kita kerjakan memiliki arti tinggi.

Dalam Alquran Allah telah menegaskan pentingnya kondisi takwa dan Dia hanya akan menerima amal yang dilandasi dengan ketaqwaan tersebut.

Allah berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Allah hanyalah menerima amal dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. al-Maidah: 27).

Di akhir khutbah ini sejenak kita berdoa memohon kepada Allah, agar kita diberi kemudahan dalam beramal, menyebarkan kebaikan dan kebenaran Islam dengan akhlak yang mulia.

Dan semoga Allah memberikan kesabaran bagi kaum muslimin Indonesia, berikut jalan keluar terbaik dalam menghadapi setiap masalah mereka.

LAKUKANLAH LIKE DAN SHARE JIKA KITA MELAKUKAN KEBAIKAN SEBAGAI SYIAR DAN BERDASAR PADA KEBENARAN YANG ALLAH TELAH HADIRKAN UNTUK KITA.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لا يَرْحَمُنَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Download Download Khutbah Idul Fitri Terbaru Format WORD (DOCX) dan atau PDF

*) Al Faqir Muhammad Anis

Advertisements



Loading...
khutbah idul fitri word 1439